Selasa, 29 Mei 2018

Review Jurnal Perbandingan Algoritma Greedy Search dan Algoritma Depth-First- Search pada Pencarian Kota dengan Graph Romania Problem


TUGAS ANALISA DAN PERANCANGAN ALGORITMA
REVIEW JURNAL
TENTANG


Perbandingan Algoritma Greedy Search dan Algoritma Depth-First- Search pada Pencarian Kota dengan Graph Romania Problem






Disusun Oleh :

1.       Septiani Dian Lestari             NIM : 5235152786
2.       Tiara Susmadhita                   NIM : 5235151814



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2018
Pada jurnal ini membahas penelitian tentang perbandingan kinerja dari Algoritma Greedy Search dan DFS dengan menggunakan graph Romania Problem. Kinerja akan diukur dengan menghitung total cost dari masing – masing algortima untuk menemukan solusi atau kota yang dicari. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah prolog. Dengan adjacency list berada pada source code.
Romania Problem adalah permasalahan negara Roma dengan kota- kotanya yang setiap kota memiliki jarak-jarak dan jalan dengan kota-kota terdekatnya. Berikut Peta Romania :


1.      Algoritma Search Greedy : mencari solusi optimum(pilihan yang minimum). Tidak melakukan proses backtracking apabila sudah melalukan expand pada suatu node, sehingga bisa saja tidak menemukan solusi.
2.      Algoritma Depth-First-Search(DFS) : algoritma pencarian yang melakukan ekspansi node atau child pertama. Bersifat complete apabila graph atau tree memiliki sifat finite state space namun apabila infinite state space, maka algoritma tidak complete. Beriku pseudocode yaitu :
1)      Begin 2)
2)      open = [start]
3)      closed = []
4)      while open != []
5)      begin
6)      hapus state paling kiri dari open, panggil sebagai X.
7)      If X = goal then return (sukses)
8)      Else begin
9)      expand child dari X
10)  masukkan X dalam closed
11)  hapus child dari X yang ada di closed atau open
12)  end
13)  return(gagal)
14)  end
15)  end

DFS akan selalu lengkap apabila graph memiliki sifat infinite state space, karena DFS akan mengekspansi seluruh node yang ada


Pengujian dilakukan dengan membandingkan total cost dari dua algoritma pencarian. Peneliti mengambil 10 sampel initial dan final state, kemudian dibandingkan hasilnya.
Beberapa sample menggunakan algoritma greedy ditemukan kegagalan, namun menggunakan algoritma DFS selalu ditemukan costnya, walaupun tidak selalu menemukan hasil yang efisien terlihat pada sample Oradea – zerind. Maka secara umum DFS lebih bisa digunakan untuk menemukan solusi dibandingkan greedy, namun pada beberapa kasus DFS tidak lebih baik dari algoritma Greedy.
Link Upload :

DAFTAR PUSTAKA DALAM JURNAL :
Annu Malik, Anju Sharma, Mr. Vinod Saroha, “Greedy Algorithm”,International Journal of Scientific and Research Publications, Volume 3, Issue 8, 2013.
Jon Freeman, “Parallel Algorithms for Depth-First Search”,University of Pennsylvania Departement of Computer and Information Science Technical Report No. MS-CIS-91-71, 1991
Prama, Irvan, dkk.Makalah Algoritma Greedyuntuk Mencari Lintasan Terpendek, DepartemenTeknik Informatika ITB, 2005.

SUMBER JURNAL :
Muhammad Yudha Syuhada*, Sudirman Universitas Sumatera Utara,STMIK &AMIK Logika Medan, Available onlinehttp://ojs.uma.ac.id/index.php/jite , JITE, Vol.1(2)Januari(2018) p-ISSN:2549-6247e-ISSN:2549-6255 JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING